Di situasi seperti ini, selalu berharap dia menelpon, minta jemput, udah di juanda.
How sweet it would be. Lalu aku jadi bersemangat kembali. Setidaknya sampai kepulangannya yg akan datang.
Udah sering berharap seperti itu, tapi enggak juga kejadian. Ya mungkin alasan uang. Tapi gaji sepuluh juta masak nggak cukup? Atau dg alasan 'kan minggu depan aku pulang'... Minggu depan semuanya sudah berubah. Luka hatiku sudah membusuk dan jiwaku udah porak poranda gak tertolong. Meskipun kepulangannya tetap saja jadi suplemen buat lanjut hidup. Semua masalah dan semua pertengkaran yg terjadi dalam hubungan ini nggak pernah tuntas. Kami masih bertengkar krn hal2 yg sama. Susah punya suami gak teges.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
ratih, I read this post a gazillion times, dan walopun mungkin yg kamu rasakan jauh lebih berat, but I kinda know how it feels... dan memang ga ada kata2 penghiburan dari siapapun yg bs mengurangi sesaknya, tapi... let me hug you... +peluk+
ReplyDelete