Saturday, March 13, 2010

Penyakit Akut

Saya ini tukang iri. Saya benci liat orang lain senang, dan senang sekali liat orang lain susah. Nggak ada yg bisa dibanggakan dari kondisi ini. In fact, saya cukup malu harus mengakui hal ini. Saya bukan orang yg keji, yg hobi liat orang menderita. Don't get me wrong. Saya merasa ikut sedih liat orang susah. Dan akan berbuat sekuat tenaga untuk membantu mereka. Well, bukan hanya untuk membuat beban mereka berkurang, tapi juga biar saya bisa merasakan bahwa saya ini orang yg baik. Karena saya merasa saya punya benih setan dalam diri saya. Dengan membantu orang, saya jadi lega, membuat saya ingat sisi baik saya. Ya, saya suka membantu orang. Tapi kalo liat orang senang, saya bennnci sekali. Saya nggak rela. Melihat orang senang selalu mengingatkan saya betapa saya sangat membenci hidup saya. Dan yg saya paling benci adalah melihat orang yg awalnya selalu susah, lalu menemukan kebahagiaan. Damn I hate it!!!
Hal lain yang saya benci adalah melihat orang yg hidupnya "sempurna". Bisa mendapatkan apa saja yg dia mau. I don't know, saya dibesarkan dengan ajaran untuk iri. Salah satu hal yg ditanamkan orang tua saya adalah, bahwa tiap orang harusnya hidupnya tidak sempurna. Kalo dia cantik, dia harusnya nggak pinter. Kalo dia kaya, dia harusnya nggak bahagia. Begitulah kira2 contoh yg ditanamkan dalam otak saya. Selama masa kecil saya, value itu rasanya benar. Memang tidak ada yg sempurna. Dan saya yg di waktu kecil bagai itik buruk rupa, selalu menghibur diri dengan mencari kelebihan saya, dan mencari kejelekan orang yg saya iri-i. Dan ini kebawa sampai sekarang. Tiap kenal orang yg lebih dari saya, untuk menghibur diri, saya mencari kejelekannyan kekurangannya, atau kemalangan hidupnya. Just to make me feel better. Menyedihkan sekali ya saya? Dan saat kemalangan orang itu berakhir dan dia menemukan kebahagiaan, bukannya ikut senang, saya malah benci. Seakan dunia saya runtuh, serasa tuhan sangat tidak adil.
This is so bad. Penyakit iri dengki ini benar2 menggerogoti saya. Menguras waktu dan tenaga, membuat mood saya berantakan. I need to find a way to get out of this!

No comments:

Post a Comment